Kitab ini berisi ajaran tentang Adab, ibadah, tauhid, akidah dan tasawuf yang sangat mendalam. Kitab ini merupakan hasil perenungan yang mendalam dari Imam Ghazali tentang berbagai hal, khususnya tentang pensucian hati.

Apabila Imam al-Ghazali tidak menemukan hadis-hadis itu dapat dipercaya, ia tidak akan memasukkannya dalam kitabnya. Edisi bahasa Indonesia ini diterjemahkan dari edisi bahasa Inggris, Imam
Pengantar Kajian Ihya. Kitab Ihya 'Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali merupakan khazanah tasawuf yang dikenal secara luas di kalangan umat Islam. Selain karena pribadinya yang menonjol dan disebut-sebut sebagai mujaddid (pembaharu dalam agama), juga karena uraian dalam Ihya dekat dengan alam dan kehidupan Muslim, seperti persoalan ritual, akhlak,
Sisi Ilmiah Masjidil Aqsha; Tempat al-Ghazali Menulis Ihya Ulumuddin; Rekam Jejak Mahfud MD Sebelum Jadi Cawapres; Mahfud MD Ternyata Pernah "Dipaksa" Menhan hingga Jadi Menko Polhukam; Bal'am bin Baura dan Tesis Kemunduran Integritas Ulama
Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya merupakan kitab yang membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) yang membahas perihal penyakit hati, pengobatannya, dan mendidik hati. Kitab ini merupakan karya yang paling terkenal dari Imam Al-Ghazali.
Ihya' Ulumuddin merupakan karya monumental Imam al-Ghazali (450-505 H), ulama sufi terkemuka. Kitab ini sering dijadikan rujukan utama dalam kajian Islam, khususnya dalam bidang tasawuf. Selain bahasa yang digunakan terbilang sederhana dan mudah dipahami, Imam al-Ghazali menyusun kitab Ihya' Ulumuddin dengan urutan pembahasan yang sistematis. Kitab Ihya Ulumuddin ( احياء علوم الدين ) memiliki tema utama tentang kaidah dan prinsip dalam penyucian jiwa yakni menyeru kepada kebersihan jiwa dalam beragama, sifat takwa, konsep zuhud, rasa cinta yang hakiki, merawat hati serta jiwa dan sentiasa menanamkan sifat ikhlas di dalam beragama. Di antara kisah ajaib lainnya adalah mengenai kesaksian seorang sufi bernama 'Arif al-Kabir al-Yamani Ahmad Ash Shayyad yang melihat Imam Al-Ghazali dibawa Nabi Khidir dan para malaikat menuju langit ke tujuh. Ada pula kisah mengenai kemampuan Al-Ghazali yang mengundang para sufi melalui mimpi. Dr. Arrazy Hasyim, MA 10 Mei 2019 26431. Kitab Iḥya Ulūmiddin termasuk kitab terakhir dikarang oleh Hujjat al-Islam al-Ghazali (selanjutnya disebut al-Ghazali). Sesuai dengan arti dari judulnya, kitab Iḥya ditulis dengan tujuan menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama dianggapnya sudah terkubur.
Namun demikian, Al-Ghazâli rahimahullah tidak mengingkari perkataan tersebut, demikian pula cerita-cerita lainnya dari tokoh-tokoh Sufi. Justru berkomentar positif, "Ini adalah bagian awal dari perjalanan mereka (menuju Allâh), sekecil-kecil kedudukan mereka, dan semulia-mulia orang yang bertakwa(?!
Karangan Abu Hamid al-Ghazali menjadi rujukan utama dunia Sufi pada hari ini terutamanya Ihya' 'Ulumuddin sehingga mereka berkata, "Sekiranya semua kitab-kitab Islam itu hilang melainkan al-Ihya' maka cukuplah dengannya" dan al-Ihya' ini dianggap sebagai di antara kitab induk dalam ilmu Tasawuf. Ihya' Ulumuddin disusun setelah Al Ghazali berkecimpung dalam ilmu fiqh, teologi, filsafat, mantiq, retorika dan lain-lain, tetapi bagi Al Ghazali semuanya itu tidak memberikan kepuasan batin.

ia dikatagorikan sebagai kitab nalar sang sufi. Tapi ihya ulum ad-Din bukan hanya itu saja, ia merupakan eksklopedia islam terbesar. Bahkan sebagian pakar mengaggap ihya adalah kitab yang membelah islam dari peradapan metrealisme yang menakutkan, sedangkan bagi pakar fikih ihya merupakan kitab usul yang disampaikan dengang gaya nasehat5 Betapa

Menjelaskan doktrin-doktrin dan praktik-praktik Islam yang menunjukkan ke tahap-tahap yang lebih tinggi dalam Sufisme. Bagian pertama membahas pengetahuan hukum dan esensi iman. Bagian dua membahas orang dan kebiasaan sosial. Bagian tiga didedikasikan untuk jiwa (batin).
Insight. Suaramuslim.net - Siapa yang tak kenal Imam Al Ghazali? Penulis kitab populer berjudul Ihya Ulumuddin. Kitab yang berisikan segala macam pembahasan tasawuf dan fiqih. Bahkan karena kedudukan kitabnya yang hampir mendekati Al Quran, Ghazali menyandang julukan Hujjatul Islam. Bagaimana kitab Ihya Ulumuddin dan kisah hidup Al Ghazali? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata: "Dalam kitab Ihyâ' Ulûmiddîn terdapat sejumlah (besar) hadits-hadits yang batil (palsu) dan banyak kebaikannya kalau saja kitab itu tidak memuat adab, ritual dan kezuhudan (model) orang-orang (yang mengaku) ahli hikmah dan ahli Tasawwuf yang menyimpang, kita memohon kepada Allâh Subhanahu wa Ta
\ncerita sufi dalam kitab ihya ulumuddin
Al-ghazali. PT Mizan Pustaka, Feb 25, 2014 - 544 pages. Kitab Ihya Ulumuddin merupakan kitab yang paling populer di antara kitab-kitab klasik-tradisional yang ada. Bahkan, hingga
Kata al-Hafizd al-Imam Ibnu Al Jauzi (wafat 597H/1200M): "Kemudian datang Abu Hamid al-Ghazali menulis untuk golongan sufi kitab al-Ihya Ulumuddin berdasarkan pegangan mereka. Dia memenuhi bukunya dengan hadis-hadis batil yang dia tidak tahu kebatilannya." (Rujukan: Ibn Jauzi, Talbis Iblis, hlm 190, Beirut: Dar al-Kutub al-ilmiyyah) .
Dibaca Normal 2 menit. Abul Hasan Ali bin Harzahim pernah meragukan " Ihya Ulumuddin". Ia sempat berencana membakar salinan-salinan kitab tersebut, tapi urung setelah mimpi bertemu Rasulullah. tirto.id - Pada suatu petang, Abul Hasan Ali bin Harzahim tampak sibuk. Lelaki tawaduk bertubuh kekar itu mondar-mandir di depan tempat tinggalnya. I2DB.